Banner FokusBabel Gubernur
previous arrow
next arrow

Terbongkar! Sopir Truk Bawa 10 Ton Pupuk Subsidi Ilegal Ditangkap di Bangka Barat

BANGKA BARAT,www.fokusbabel.com–Polres Bangka Barat mengamankan seorang sopir truk berinisial YN terkait dugaan penyelewengan distribusi pupuk bersubsidi di Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok, Minggu (5/4/2026).

Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha mengatakan, YN merupakan pengemudi truk Mitsubishi berwarna kuning bernomor polisi BE 8824 PN yang diduga mengangkut pupuk subsidi secara ilegal.

banner 325x300

“Dari hasil pemeriksaan, truk tersebut membawa 200 karung pupuk subsidi dengan total berat mencapai 10 ton,” ujar Pradana, Selasa (7/4/2026).

Ia merinci, muatan tersebut terdiri dari 100 karung pupuk jenis urea dan 100 karung pupuk jenis phonska, masing-masing dengan berat 50 kilogram per karung.

Menurutnya, pupuk itu rencananya akan dikirim ke Kota Pangkalpinang.

Dari hasil pemeriksaan awal, tersangka mengaku menerima tawaran dari pemilik barang yang berada di Desa Umbul Rejo, Kecamatan Belitang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.

“Pelaku ditawari untuk mengirimkan pupuk subsidi ke Pangkalpinang. Ini yang masih kami kembangkan untuk mengetahui pihak-pihak lain yang terlibat,” jelasnya.

Polisi menyebut peran YN saat ini dikategorikan sebagai turut serta dalam dugaan tindak pidana tersebut.

Selain itu, pihak kepolisian juga berencana membentuk tim untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain, termasuk pemilik barang di Sumatera Selatan.

Pradana menegaskan, distribusi pupuk bersubsidi telah diatur secara ketat melalui mekanisme Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

“Jika pupuk subsidi dijual atau didistribusikan di luar kelompok yang telah ditetapkan, maka hal itu termasuk pelanggaran atau ilegal,” tegasnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan dari keterangan tersangka, pengiriman pupuk tersebut baru dilakukan satu kali melalui jalur laut di Pelabuhan Tanjung Kalian Mentok.

Namun, ia menyebutkan pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap sumber barang dan jaringan distribusinya.

“Tim masih bekerja melakukan pengembangan lebih lanjut, termasuk menelusuri asal pupuk subsidinya,” tutupnya.(**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *