BANGKA BARAT,www.fokusbabel.com— Seorang warga Dusun Perumnas, Desa Sekar Biru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, diserang buaya saat melintas di pinggir kolong bekas tambang, Selasa (10/2/2026) dini hari.
Korban bernama Karmin (49) Kecanatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat mengalami luka di bagian kaki akibat gigitan predator tersebut.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.50 WIB, tidak jauh dari rumah korban. Saat melintas di tepi kolong, buaya yang sudah berada di darat tiba-tiba menyerang dan menggigit kaki Karmin.
Dalam kondisi panik, Karmin berusaha melawan menggunakan sebatang kayu yang ada di sekitarnya. Upaya itu berhasil membuat buaya melepaskan gigitannya.
Korban kemudian menyelamatkan diri meski mengalami luka cukup serius di bagian kaki.
Sekitar pukul 03.00 WIB, korban menghubungi petugas Polsek Jebus untuk meminta pertolongan.
Polisi yang datang ke lokasi tidak lagi menemukan keberadaan buaya tersebut. Petugas selanjutnya mengevakuasi korban ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
“Korban telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini sudah kembali ke rumah,” kata Kapolres Bangka Barat AKBP Pradana Aditya Nugraha pada Selasa, 10 Februari 2026.
Pradana mengatakan kejadian ini menjadi peringatan bahwa buaya yang berada di kolong bekas tambang berpotensi keluar dari habitatnya dan masuk ke kawasan permukiman warga.
Pihaknya telah menginstruksikan para kapolsek jajaran untuk memetakan lokasi rawan serangan satwa liar, memasang spanduk peringatan, serta memberikan imbauan langsung kepada masyarakat.
Selain itu, pemerintah desa diminta segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bangka Barat untuk menangkap dan memindahkan buaya tersebut ke lokasi penangkaran.
Selanjutnya, dia mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar kolong bekas tambang, terutama pada malam dan dini hari.
“Kami memihta warga agar tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya,” imbaunya.
Dia juga mengimbau warga agar tidak beraktivitas di sekitar kolong bekas tambang, terutama pada malam dan dini hari.
“Kami minta warga tidak mandi, mencuci, atau memancing di lokasi yang berpotensi menjadi habitat buaya. Jika melihat keberadaan buaya atau satwa liar berbahaya lainnya, segera laporkan ke kepolisian,” tegasnya.(**)








