BANGKA,www.foksbabel.com–Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi tiga nelayan yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Pulau Lampu, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Jumat (23/1/2026).
Kapal yang mereka tumpangi karam akibat gelombang tinggi dan cuaca buruk saat mengantar air bersih.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan peristiwa tersebut terjadi ketika kapal yang diawaki tiga orang berangkat dari Dermaga Mantung, Belinyu, menuju perairan Pantai Pesaren sekitar pukul 11.05 WIB.
Ketiga nelayan tersebut masing-masing bernama Iskandar (32), Aldiansyah (30), dan Ajis (28). Saat melintas di perairan Pulau Lampu, kapal mereka dihantam ombak besar hingga akhirnya tenggelam. Ketiganya terpaksa berenang untuk menyelamatkan diri.
“Dua korban, Iskandar dan Aldiansyah, berhasil berenang dan mencapai Pulau Lampu. Sementara satu korban lainnya, Ajis, sempat terpisah dan tidak terlihat,” ujar Mikel pada Jumat, 23 Januari 2026.
Setelah menerima laporan dari korban selamat, Kantor SAR Pangkalpinang segera mengerahkan tim rescue dari Unit Siaga SAR (USS) Belinyu.
Operasi pencarian dan penyelamatan melibatkan unsur TNI AL, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, Satpolair Polres Bangka, Polsek Belinyu, serta nelayan setempat.
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU laut menggunakan kapal SBU milik Polda Bangka Belitung menuju Pulau Lampu, sementara SRU darat melakukan penyisiran di kawasan Pantai Penyusuk.
Tim SAR kemudian berhasil mengevakuasi Iskandar dan Aldiansyah dari Pulau Lampu dan membawa keduanya ke Dermaga Mantung. Sementara itu, korban ketiga, Ajis, ditemukan dalam kondisi selamat oleh warga setelah berhasil berenang hingga ke Pantai Penyusuk.
“Alhamdulillah ketiga korban dapat selamat. Kami ucapkan terima kasih kepada segenap unsur SAR Gabungan yang membantu proses evakuasi. Dengan keberhasilan ini, operasi SAR dinyatakan ditutup,” tutup Mikel.(*)









