Banner FokusBabel Gubernur
previous arrow
next arrow

Arus Mudik H-7 Lebaran 2026, Pelabuhan Tanjung Kalian Mulai Padat

BANGKA BARAT,www.fokusbabel.com— Memasuki H-7 arus mudik Lebaran 2026, aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Tanjung Kalian, Mentok, Kabupaten Bangka Barat mulai mengalami peningkatan jumlah penumpang, Sabtu (14/3/2026).

Lonjakan mobilitas masyarakat itu berpotensi menimbulkan kepadatan di kawasan pelabuhan.

banner 325x300

Antrean kendaraan bahkan terlihat memanjang mulai dari Buffer Zone satu, Buffer Zone dua hingga mengular di sepanjang jalan dengan panjang mencapai ratusan meter.

Tak hanya kendaraan, penumpang pejalan kaki juga mulai memadati ruang tunggu serta area sekitar Pelabuhan Tanjung Kalian.

Kepadatan tersebut dipicu oleh berkurangnya jumlah kapal yang melayani rute penyeberangan sehingga tidak semua pemudik dapat langsung berangkat sesuai jadwal.

General Manager ASDP Bangka, Agustinus Cahyo mengatakan saat ini jumlah kapal yang beroperasi berkurang dari sebelumnya 14 unit menjadi 11 unit.

“Kalau membludak karena kapasitas pelabuhan terbatas. Kemudian kita juga ada kapal cuma 11 unit yang harusnya siap operasi awalnya ada 14 kapal yang artinya ada pengurangan tiga kapal,” kata Agustinus.

Ia menjelaskan, setiap kapal memiliki kapasitas sekitar 300 penumpang. Dengan berkurangnya tiga kapal, kapasitas angkut penumpang maupun kendaraan otomatis ikut menurun.

“Untuk Kapal kapasitas bisa 300 orang, nah itu pasti berpengaruh lah (Dengan adanya pengurangan kapal),” jelasnya.

Selain keterbatasan armada, kepadatan juga dipicu oleh banyaknya calon penumpang yang datang lebih awal tanpa memiliki tiket sesuai jadwal keberangkatan.

Menurutnya, sebagian calon penumpang datang lebih cepat dengan harapan bisa mendapatkan tiket, meskipun jadwal keberangkatan yang diperoleh masih cukup lama dari waktu kedatangan mereka di pelabuhan..

“Jadi memang kombinasi dengan yang datang banyak, kapalnya jumlahnya terbatas, ada juga yang belum punya tiket. Mereka coba-coba mendapatkan tiket dan mereka dapatnya jam sudah larut tapi mereka sudah di sini (datang lebih awal). Jadi menimbulkan kepadatan tapi mereka harusnya jam (keberangkatan) masih lama tapi sudah datang,” cetusnya.

Agustinus mengimbau masyarakat yang hendak menyeberang agar membeli tiket sesuai jadwal keberangkatan dan datang ke pelabuhan mendekati waktu yang tertera pada tiket.

Menurutnya, langkah tersebut dapat mengurangi antrean panjang sekaligus menghindari penumpukan penumpang di area Pelabuhan Tanjung Kalian. (**)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *