Pangkalpinang, www.fokusbabel.com, Polresta Pangkalpinang dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Apel Persiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi pada Rabu (5/11) pagi di halaman Mako Polresta Pangkalpinang. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolresta Pangkalpinang, Kombes Pol Max Mariners, dan dihadiri Asisten I Pemerintah Kota Pangkalpinang, Ahmad Subekti, dan BPBD, Satpol PP, beserta personel gabungan lainnya.
Apel tersebut bertujuan memeriksa kesiapan personel dalam menghadapi potensi bencana alam. “Kami ingin memastikan seluruh elemen dapat bersinergi secara cepat dan sigap untuk melindungi keselamatan warga,” ujar Kombes Pol Max Mariners dalam amanatnya.
Ia menekankan pentingnya respon dan kesigapan mengingat tingginya potensi bencana di Indonesia. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Oktober 2025, sebanyak 2.206 kejadian bencana alam telah terjadi sepanjang tahun ini. Tragedi tersebut menewaskan 361 jiwa, 37 orang hilang, 61 luka-luka, serta memaksa 5,2 juta warga mengungsi.
“Dampaknya tidak hanya korban jiwa, tetapi juga kerugian ekonomi yang mengganggu keberlangsungan hidup masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan, penanggulangan bencana memerlukan tindakan cepat, dan terkoordinasi.
Menjelang akhir tahun, ancaman baru mengintai. Mulai November 2025 hingga Februari 2026, fenomena La NiƱa diprediksi kembali muncul. Kondisi ini berpotensi meningkatkan curah hujan ekstrem, banjir, longsor, hingga angin kencang di berbagai wilayah.
“Oleh karena itu, saya menghimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama menghindari berada di bawah pohon besar saat angin kencang,” pesannya.
Ahmad Subekti, Asisten I Pemkot Pangkalpinang, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada. “Adanya apel persiapan sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi bencana. Diharapkan masyarakat turut serta berpartisipasi dengan segera melaporkan jika terjadi bencana di wilayahnya,” katanya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dan mempererat sinergitas lintas sektor dalam menjaga keselamatan masyarakat Kota Pangkalpinang.









