BANGKA BARAT,www.fokusbabel.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mencatat sebanyak 180 warga terjangkit demam berdarah dengue (DBD) sepanjang tahun 2025.
Kepala Dinkes Bangka Barat, Rangkuti, mengatakan jumlah kasus tersebut tidak mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
Dengan begitu, ia meminta masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah musim hujan.
“Awal tahun tidak ada kenaikan penyakit, hanya saja kita waspada, karena biasanya yang mengancam itu kan DBD dan malaria, karena banyaknya genangan air,” ujar Rangkuti, Selasa (6/12/2025).
Menurutnya, Dinkes Bangka Barat secara rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) serta pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan penyebaran penyakit.
“Inovasi kami tidak berubah seperti tahun sebelumnya kita melakukan PSN dan pemantauan, pengawasan. 8 puskesmas dan rumah sakit selalu memantau kondisi di wilayah masing-masing,” katanya.
Rangkuti menambahkan, musim penghujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga Maret 2026. Kondisi tersebut dinilai berpotensi meningkatkan risiko penyebaran penyakit berbasis lingkungan.
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat agar aktif menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan sampah dan menghilangkan genangan air.
“Membersihkan lingkungan dari sampah dan genangan air sangat penting. Pencegahan ini merupakan tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.(**)









