BANGKA BELITUNG,www.fokusbabel– Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangka Belitung menyampaikan kecaman keras atas terus berlanjutnya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Kabupaten Bangka dan Kota Pangkalpinang.
Situasi yang menurut mereka telah berulang ini dinilai bukan sekadar persoalan teknis distribusi, melainkan mengarah pada dugaan adanya permainan di tingkat elit distribusi.
Ketua HMI Cabang Bangka Belitung, Vahren, menyebut fenomena kelangkaan yang hanya terjadi di dua wilayah tersebut sebagai sebuah “anomali” yang patut dipertanyakan secara serius.
Ia menilai, persoalan BBM ini menimbulkan banyak tanda tanya—mulai dari faktor cuaca, penyimpangan distribusi, hingga kemungkinan adanya praktik penyelundupan.
“Ini momentum untuk mempertanyakan peran pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam proses distribusi. Apa yang terjadi sekarang bukan sekadar masalah teknis, tetapi menunjukkan adanya kejanggalan,” ujarnya.
HMI menilai pemerintah daerah gagal mengantisipasi risiko distribusi, terutama karena kondisi serupa sudah berulang di Bangka Belitung.
Vahren menilai pemerintah seharusnya lebih tanggap dalam memonitor stok serta kondisi cuaca yang kerap dijadikan alasan.
“Ini bukan kejadian pertama. Pertanyaannya, mengapa dampaknya sebesar ini dan mengapa terjadi hanya di beberapa titik? Pemerintah hari ini gagal mengantisipasi dan tidak menawarkan solusi,” cetusnya.
Ia menambahkan, antrean panjang di SPBU terjadi karena harga BBM eceran melonjak signifikan, mencapai Rp15.000 hingga Rp18.000 per liter.
Kondisi ini, kata HMI, menjadi beban berat bagi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Selain itu, dia juga meminta aparat penegak hukum melakukan penyelidikan proaktif atas dugaan penimbunan maupun penyelundupan BBM.
Menurutnya, langkah investigasi menjadi kunci untuk memastikan apakah kelangkaan murni akibat faktor teknis atau ada praktik ilegal yang memanfaatkan situasi.
“Jika terbukti ada penyelundupan, jalur hukum harus ditegakkan. Ini bukan hanya soal cuaca atau stok, tetapi indikasi permainan yang menguntungkan segelintir pihak,” katanya.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa subsidi BBM adalah mandat negara untuk melindungi masyarakat.
Karena itu, ketika sistem subsidi disalahgunakan baik oleh oknum maupun karena kelalaian pengawasan maka hal tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap keadilan sosial.
HMI Babel memastikan akan terus mengawal persoalan kelangkaan BBM ini hingga pemerintah memberikan jawaban dan solusi yang konkret. (**)









